GIPI DIY Gandeng KASANINGRAT Garap Paket Wisata Wellness Tourism di DI Yogyakarta

Cokrodiningratan - Pada hari Rabu, 26 Februari 2025, GIPI DIY atau kepanjangan dari Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, menggandeng Kampung Wisata Cokrodiningratan (KASANINGRAT) sebagai wakil dari Kota Yogyakarta dan perwakilan dari Kawasan Sumbu Filosofis untuk menggarap Paket Wisata Wellness Tourism di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Daerah Istimewa Yogyakarta diyakini dapat menjadi salah satu daerah unggulan untuk wellness tourism karena Yogyakarta memiliki keindahan alam yang terbentang di seluruh penjuru daerah. Selain itu, Yogyakarta juga dikenal sebagai kota budaya dengan nuansa spiritual yang kental, terutama terkait dengan tradisi kerajaan, seni, dan ritual keagamaan.
"Yogyakarta juga memiliki kearifan lokal dalam pengobatan tradisional seperti jamu, refleksi, dan terapi pijat. Di sisi lain, pengembangan pariwisata berbasis wellness tourism di Yogyakarta juga didukung dengan keberagaman aktivitas, akses dan fasilitas, serta suasana yang mendukung ketentraman, ” jelas Wakil Ketua GIPI DIY Edwin Hendra Kusuma, sebagaimana dilansir dari kabarmalioboro.com, Sabtu (22/2/25).
Edwin menegaskan hal tersebut berkenaan dengan kegiatan Famtrip yang digelar Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DPD DIY. Kegiatan yang bertujuan untuk mengenalkan potensi wisata di DIY yang sejalan dengan konsep wellness tourism.
“Melalui kegiatan ini, biro perjalanan wisata lokal DIY dan partnernya diajak untuk terlibat langsung dan merasakan pengalaman budaya dan wellness, sehingga diharapkan akan mampu lebih meyakinkan calon tamunya untuk dapat menikmati wellness tourism di DIY, ” tambah Ketua Panitia Famtrip ini.
Dijelaskannya, kegiatan famtrip ini diikuti oleh tujuh biro perjalanan wisata lokal DIY yang merupakan anggota ASITA dan ASTINDO. Kedua asosiasi ini merupakan anggota GIPI DIY. Masing-masing mengajak satu partnernya dari luar DIY. Total peserta adalah 14 orang. “Alhamdulillah ada peserta yang datang dari Kuala Lumpur, ” papar Edwin.
Famtrip ini dilaksanakan selama empat hari.Yakni, hari Senin hingga Kamis, 24 – 27 Februari 2025. Destinasi yang dipilih dalam kegiatan ini memiliki potensi wisata wellness yang akan membawa peserta menjelajahi berbagai lokasi unik yang tersebar di seluruh Kabupaten dan Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebagian besar di Desa/Kampung Wisata.
Ketua GIPI DIY Bobby Ardyanto Setya Aji menambahkan tren pariwisata ke depan sebaiknya fokus pada cultural immersion (pengalaman budaya yang mendalam), health and wellness tourism (pariwisata kesehatan dan kebugaran), dan eco-tourism. Dan GIPI DIY telah melakukan ini dalam beberapa tahun terakhir.
"GIPI DIY dengan dukungan sejumlah pemangku kepentingan di sektor pariwisata terus berupaya memperkenalkan paket wisata bertema wellness di DIY ini. Tahun ini sekaligus mengangkat desa wisata sejalan dengan program unggulan Kemenpar. Harapannya, ke depan, wisatawan bisa menikmati Yogyakarta lebih mendalam dan dalam waktu yang lebih lama. Dan desa wisata pun makin berkualitas serta selalu siap menerima tamu,” tegas Bobby.
Secara garis besar, peserta paket wellness kali ini akan menikmati Desa Wisata Widosari, Kulon Progo (hari pertama), Desa Wisata Sidorejo, Kulon Progo dan Desa Wisata Krebet di Bantul (hari kedua), Sumbu Filosofi dan Kampung Wisata Cokrodiningratan, Kota Yogya dan kegiatan di Kali Opak (hari ketiga) dan Desa Wisata Katongan, Gunungkidul (hari keempat).
Hari Ketiga di Kampung Wisata Cokrodiningrtan (KASANINGRAT), rombongan sudah disambut dengan sejumlah sepeda yang telah menunggu untuk mengantarkan rombongan bersepeda menyusuri Kali Code.
Rombongan disambut oleh Banner KASANINGRAT yang sudah dibranding oleh Bank BPD DIY. Disini rombongan disambut oleh Tour Guide Local yang akan menjelaskan terkait aktivitas apa saja yang akan dilaksanakan di KASANINGRAT. Tour Guide Local tersebut adalah Mas Dedy yang juga koordinator Muda Mudi KASANINGRAT.
Acara pertama di KASANINGRAT adalah melihat Budidaya Ikan Lele di Kelompok Budidaya Perikanan (POKDAKAN) Code Makmur RW 11 dan sekaligus melihat bagaimana membuat olahan abon Lele produksi dari Pokdakan Code Makmur RW 11.
Acara selanjutnya masih di RW 11 Gondolayu Lor Cokrodiningratan adalah pengunjung diajak untuk melihat bagaimana cara membatik di Batik Tulis Sekar Mita, sekaligus melihat Stand UMKM dari RW 11 Gondolayu Lor Cokrodiningratan.
Acara selanjutnya menuju Taman Robin RTHP RW 08 Cokrokusuman. Disi peserta FamTrip dari GIPI disuguhi sendratari tentang asal muasal Code sekaligus menikmat Hidangan Ringan Kacang dan Pisang Rebus dengan Minuman Wedang Jahe Merah. Selain menikmati suguhan sendratari asal muasal Code, pengunjung juga melihat cara membuat minuman sachet jahe merah dengan Merk Dagang C'Wedang yang merupakan produk unggulan KASANINGRAT. Setelah puas menikmati hidangan, pengunjung diajak untuk menebar benih ikan Nilam di Sungai Code. Dipilihnya Ikan Nilam karena merupakan endemik asli dari Sungai Code.
Selanjutnya rombongan bergerak ke Hotel Tentrem menggunakan sepeda menyusuri sepanjang jalan inspeksi Sungai Code.