Education Tourism : KASANINGRAT Terima Kunjungan 47 Mahasiswa STP AMPTA Yogyakarta

Cokrodiningratan - Pada hari Jumat, 14 Maret 2025 dengan titik kumpul di Lapangan SDN Gondolayu, RW 10 Cokrodiningratan, Tim KASANINGRAT (Kampung Wisata Cokrodiningratan) menerima kunjungan dari Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta Program Studi Pariwisata Kelas Perencanaan Produk Pariwisata II.
Rombongan Mahasiswa Program Studi Pariwisata Kelas Perencanaan Produk Pariwisata II Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) AMPTA Yogyakarta dipimpin langsung oleh Dr. Destha Titi Raharjana, M.Si, S.Sos dan Lalu Abdul Azus, S.Par selaku Dosen Mata Kuliah Perencanaan Produk Pariwisata II Program Studi Pariwisatan STP AMPTA Yogyakarta.
Dr. Destha Titi Raharjana, M.Si., S.Sos, yang merupakan Peneliti di Pusat Studi Pariwisata UGM dan pengajar di STP AMPTA Yogyakarta ini dalam sambutannya menjelaskan bahwa kedatangan Rombongan Mahasiswa Kelas Perencanaan Produk Pariwisata II akan dibagi dalam kelompok besar dalam rangka mempelajari Destinasi Wisata di KASANINGRAT. Kelompok-kelompok tersebut adalah:
1. Kelompok Peran Perempuan dalam Pengembangan UMKM di KASANINGRAT
2. Kelompok Ketahanan Pangan di KASANINGRAT
3. Kelompok Pengelolaan Sampah di KASANINGRAT
4. Kelompok Mitigasi Bencana di KASANINGRAT
Saat mempelajari Peran Perempuan dalam Pengembangan UMKM di KASANINGRAT, Kelompok Pertama ini diperkenalkan dengan sosok Ibu Sutiyem seorang Pelaku UMKM sekaligus Tokoh Masyarakat Wanita di KASANINGRAT. Kelompok Mahasiswa dijelaskan terkait produk Peyek Kebak Sutiyem yang juga merupakan Produk Unggulan KASANINGRAT. Selain itu oleh Pemandu Wisata dari KASANINGRAT, dijelaskan kiprah dari Ibu Sutiyem selaku Tokoh Masyarakat Wanita di KASANINGRAT yang aktif di PKK dan juga pelaku UMKM sekaligus brand owner dari Peyek Kebak Sutiyem.
Di Kelompok Kedua yang belajar terkait Ketahanan Pangan, Rombongan Mahasiswa STP AMPTA Yogyakarta dibawa ke kebun Poktan Teras Hijau untuk dijelaskan terkait pertanian perkotaan dengan memanfaatkan lahan sempit yang ada. Poktan Teras Hijau menanam sayur-mayur yang bisa dikonsumsi untuk kebutuhan kelompok tersebut. Mereka berprinsip "Nandur sing di pangan, Mangan sing ditandur". Prinsip ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan, yaitu kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan makanannya sendiri tanpa bergantung sepenuhnya pada sumber luar. Selain belajar pertanian perkotaan, mereka juga dibawa untuk melihat Pokdakan (Kelompok Budidaya Perikanan) Code Makmur untuk beternak ikan lele.
Sementara itu Kelompok Ketiga yang belajar terkait Pengelolaan Sampah, Rombongan Mahasiswa STP AMPTA Yogyakarta dibawa ke Bank Sampah Bumi Lestari. Sebuah Bank Sampah Legendaris yang telah berdiri sejak tahun 2010, tepatnya 14 Oktober 2010. Bank Sampah Bumi Lestari berdiri tahun 2010, tepatnya 14 Oktober 2010 yang di Ketuai oleh Ibu Koespilah dan dibantu 9 orang pengurus bank sampah. Bank Sampah Bumi Lestari sudah mempunyai 212 nasabah dari 271 KK yang tersebar di RW 10 RT 48-54, bank sampah sudah mencapai 80% cakupan layanan tertinggi di RT 49, di dalam satu KK ada 2 bahkan 3 KK.
Kelompok terakhir yaitu Kelompok Empat yang belajar terkait Mitigasi Bencana di Taman Robin RTHP RW 08 Cokrokusuman, akan belajar terkait keberadaan dari Early Warning System (Sistem Peringatan Dini)/EWS yang terletak di bantaran Sungai Code salah satunya di Taman Robin RTHP RW 08 Cokrokusuman. Keberadaan EWS ini sangat penting dalam rangka memberikan informasi/peringatan dini atas bahaya banjir yang kerap terjadi di bantaran Sungai Code.
Setelah 4 Kelompok Mahasiswa Kelas Perencanaan Produk Pariwisata II Program Studi Pariwisata STP AMPTA Yogyakarta usai mempelajari materi tersebut, keempat rombongan berkumpul di Balai RW 10 Cokrokembang Gondolayu untuk bersiap-siap Berbuka Puasa dengan sajian kuliner Dhahar Kembul.
Paket Dhahar Kembul KASANINGRAT Edisi Buka Puasa ini dijual dengan harga mulai Rp 75.000,-. Dengan harga special tersebut, wisatawan akan disuguhi dengan Paket Buka Puasa Bersama seperti: Aktivitas Sebelum Berbuka Puasa seperti Visiting UMKM, Short Walking Tour dan Short Workshop serta Story Telling Dhahar Kembul dengan menu Gudangan Gereh Pethek, Terik Tahu dan Tempe, Lauk Ayam/Telur, Peyek Kebak Sutiyem, Takjil Buka Puasa, Wedang Seruni. Dalam bahasa Jawa dhahar artinya makan, sementara kembul artinya bersama. Dhahar Kembul adalah tradisi makan bersama yang dilakukan oleh beberapa orang dalam satu alas makan.
Sementara itu Lurah Cokrodiningratan, Andityo Bagus Baskoro, ST., M.Eng., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada pihak STP AMPTA Yogyakarta yang untuk kesekian kalinya menjadikan KASANINGRAT sebagai lokasi untuk kegiatan pembelajaran dari adik-adik Mahasiswa Program Studi Pariwisata STP AMPTA Yogyakarta. Oleh karena adik-adik Mahasiswa AMPTA Yogyakarta ini adalah Duta-duta pilihan dari daerah masing-masing. Harapannya setelah selesai studi dan kembali ke daerah asal, jangan lupakan Jogja. Jika ingat Jogja, maka ingatlah Tugu. Dan jika ingat Tugu maka ingatlah KASANINGRAT sebagai satu-satunya Kampung Wisata berkonsep Education dan Wellness Tourism yang mengusung tagline sebagai Pengawal Keberagaman dan Pelestari Lingkungan.
Acara ditutup dengan kegiatan sesi foto bersama.